Dalam persaingan usaha memang pemasaran memegang peranan penting untuk mencapai kesuksesan. Pemasaran atau marketing sendiri sekarang ini bisa dijalankan dengan berbagai cara mulai dari pemasaran offline berupa brosur, iklan di surat kabar dan juga word of mouth hingga yang terbaru marketing online dengan memanfaatkan jejaring internet. Salah satu media sosial yang diyakini menyimpan kesempatan bagus dalam pemasaran online adalah Instagram.

Kenapa harus Instagram? Sebab dengan media sosial berkonsep gambar ini sedang bertumbuh dan berkembang. Penggunanya sendiri telah meningkat 100 juta sejak tahun lalu menjadi sekitar 500 juta orang. Angka ini diyakini akan masih terus bertambah dan meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Meski media sosial ciptaan Kevin Systrom terlihat terus meningkat dan berpeluang bagus, tapi sayangnya tidak banyak pengusaha dan pihak yang memahami arti pentingnya pemasaran via media sosial via Instagram ini. Maka dari itu memang sudah seharusnya para pebisnis termasuk perbankan mengambil peran dalam marketing online via Instagram ini.

Kenapa Bank Butuh Instagram

Bank Memerlukan dan Membutuhkan Media Sosial Instagram

Tidak hanya pengusaha atau pebisnis dari kelangan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang membutuhkan Instagram, tapi bank juga membutuhkan media sosial ini untuk bisa menambah nasabah dan juga mengekspansi usahanya. Dengan Instagram yang makin populer dikalangan masyarakat tentu pihak Bank akan mampu lebih dikenal dan juga lebih mendekatkan diri ke publik. Instagram yang berkonsep gambar dalam setiap tampilan unggahannya memang selalu menarik.

Manusia dengan kecenderungannya memang menyukai hal-hal yang berbau visual atau yang menonjolkan peranan panca indera penglihatan mata. Bagaimana dengan media sosial lain seperti Facebook atau Twitter? Meski lebih dahulu muncul, namun Facebook dan Twiter tetap masih kurang responsif untuk pemasaran online sekarang ini. Melihat tren yang ada, Facebook dan Twitter memang diketahui terus mengalami penurunan pengguna. Lalu dari konten yang disajikan seperti kita tahu bahwa Twitter hanya menonjolkan kata-kata yang monoton, sementara itu Facebook mengakomodir kedua konten gambar dan kata, namun tidak fokus pada satu hal.

Kenapa Bank Butuh Instagram

Keterlibatan dan Respon Netizen di Instagram Lebih Tinggi Dibanding dengan Media Sosial Lainnya

Dalam sebuah riset yang ada dan dilakukan oleh Forrester, didapatkan catatan bahwa merek atau brand perbankan pada akun media sosial di Facebook dan Twitter hanya mendapatkan keterlibatan biasa dengan kurang dari 0,1% dari total pengikut mereka. Tapi dengan Instagram, Bank dengan merek-nya bisa mendapatkan respon dan keterlibatan hingga 28% dari penggunanya tanpa harus membayar perhatian mereka.

Tidak hanya itu tingkat persaingan di media sosial Instagram sendiri diketahui masih rendah dan tidak terlalu ketat. Untuk kasus perbankan sendiri, diketahui dari sekitar 4.500 akun hanya ada 40 akun perbankan. Uniknya untuk negara semodern Inggris, hanya diketahui ada beberapa bank saja yang memiliki akun Instagram. Salah satu bank di Inggris yang memiliki akun Instagram adalah Amex, itu pun sebuah Bank tidak ternama dan memiliki peringkat # 1481.

Di Inggris, bank-bank ternama dan populer memang diketahui belum memiliki akun Instagram. Menilik fenomena ini tentu saja hal ini membuat persaingan marketing online perbankan di media sosial Instagram terkategori rendah dan yang terbilang sangat menguntungkan bagi perbankan yang mengambil peluang ini. Itulah beberapa alasan dan keuntungan untuk bank menggunakan media sosial Instagram dalam pemasaran online mereka.