Belanja adalah sebuah kegiatan yang pasti akan dilakukan oleh siapapun untuk memenuhi kebutuhan kehidupnya. Saya sendiri adalah salah satu orang yang melakukan kegiatan belanja setiap minggu dan bulannya. Dengan dukungan teknologi, saat ini muncul konsep belanja online yang membuat konsumen lebih nyaman. Belanja online yang makin digemari sekarang saya amati kemudian memunculkan beragamnya tempat penjualan. Tidak hanya belanja via e-commerce dan web online shop, kini belanja online juga bisa dilakukan via media sosial.

Salah satu media sosial yang bisa Anda manfaatkan untuk belanja online adalah Instagram. Media sosial buatan Kevin Systrom ini memang telah resmi meluncurkan fitur “shopping” untuk para pebisnis. Dengan adanya fitur “shopping” ini maka kegiatan belanja akan semakin mudah untuk dilakukan. Ketika mendengar fitur ini saya yang juga pengguna instagram dan penggemar belanja online pun jadi tertarik.

Fitur “shopping” yang telah diluncurkan pada bulan November tahun 2016 silam memang akan memungkinkan pebisnis melakukan tags dan penjualan melalui gambar produknya dengan lebih efektif. Nantinya pengguna Instagram yang melihat akan menyentuh gambar hingga muncul tag. Dengan melakukan tap-to-view maka calon pembeli akan bisa melihat harga barang.

Selain itu calon pembeli juga akan bisa mendapatkan informasi mendalam terkait suatu barang. Setelah mereka tertarik dengan produknya, pembeli bisa melakukan pembelian dengan cara menekan salah satu tag yang ada tanpa harus meninggalkan aplikasi Instagram atau membuka browser terlebih dahulu.

Sebagai salah satu pengguna dan penggemar media sosial Instagram saya sangat gembira mendengar berita ini. Bagaimana tidak, dengan fitur “shopping” tersebut saya akan lebih mudah lagi untuk melakukan kegiatan belanja kebutuhan sehari-hari atau bulanan.

Kepopuleran Instagram sendiri saat ini tak bisa diragukan lagi. Dengan jumlah pengguna aktif yang kini telah mencapai 600 juta tentu membuat pemasaran produk bisnis via Instagram makin potensial. Dengan kelebihan yang dimiliki Instagram tersebut menurut saya tak berlebihan bila kemudian banyak bisnis serta perusahaan yang beramai-ramai membuat profil bisnis. Sampai saat ini sendiri tercatat ada lima juta bisnis telah terdaftar di Instagram sebagai profil bisnis. Sementara itu pengguna Instagram tercatat 80% telah mengikuti akun bisnis tersebut.

Melihat catatan yang disampaikan pihak Instagram ini tentu membuat kesempatan menjual produk di media sosial ini makin besar peluangnya. Apalagi kini Instagram yang telah dilengkapi fitur “shopping”. Hal ini akan membuat para pebisnis akan rugi bila tak memanfaatkannya. Dengan memanfaatkan fitur “shopping”, pebisnis tidak hanya akan mendapatkan pembelian yang tinggi. Tapi Anda juga bisa melakukan analisis bisnis dari orang-orang yang telah melakukan respon dengan melihat atau melakukan tap.

Dengan fitur terbaru ini pebisnis juga tak perlu khawatir iklan produknya akan mengganggu pengguna Instagram. Hal ini dikarenakan penempatannya sudah diatur sedemikian rupa agar pengguna Instagram lain tidak terganggu. Terakit fitur “shopping” ini Instagram sendiri sudah melakukan uji coba dengan berbagai mitra penjualan seperti JackThreads, Kate Spade New York, Abercombie & Fitch, BaubleBar, Coach, Lulu’s, Hollister, MVMT Watches, J.Crew, Warby Parker, Levi’s, Macy’s, Michael Kors, Tory Burch, dan Shopbop. Bagi saya fitur “shopping” Instagram adalah sebuah terobosan yang ampuh dan menarik yang akan membuat bisnis jadi lancar serta makin maju berkembang. Jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu juga oleh para pebisnis dan perusahaan.